Barru– Tepat pada Jumat, 20 Februari 2026, Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, mengenang satu tahun masa kepemimpinannya yang bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Barru. Momen tersebut menjadi refleksi perjalanan pemerintahan bersama Wakil Bupati, Abustan Andi Bintang, dalam membangun fondasi pembangunan daerah.
Dalam pernyataannya, Andi Ina menegaskan bahwa tahun pertama merupakan tahap krusial untuk memperkuat dasar pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Berbagai program prioritas dijalankan dengan fokus pada infrastruktur, ekonomi kerakyatan, hingga tata kelola pemerintahan.
Infrastruktur dan penguatan fiskal di sektor infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Barru berhasil mengamankan Dana Inpres Jalan Daerah senilai Rp50 miliar untuk mendukung peningkatan kualitas jalan. Selain itu, perbaikan jalan kabupaten sepanjang 15 kilometer di delapan ruas strategis direalisasikan dengan anggaran sekitar Rp21 miliar guna memperlancar konektivitas dan distribusi hasil produksi masyarakat.
Strategi jemput bola ke pemerintah pusat juga membuahkan hasil signifikan. Barru memperoleh Dana Transfer Umum sebesar Rp400 miliar serta dukungan Rp300 miliar untuk Program Sekolah Rakyat, memperkuat kapasitas fiskal daerah dalam membiayai pembangunan berkelanjutan.
Penguatan ekonomi desa dan sektor produktif, Komitmen terhadap ekonomi kerakyatan diwujudkan melalui pelantikan pengurus Koperasi Merah Putih di 55 desa dan kelurahan, menjadikan Barru sebagai daerah pertama di Sulawesi Selatan yang merealisasikan langkah tersebut secara menyeluruh.
Program Kampung Nelayan Merah Putih dan Sekolah Rakyat turut digulirkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir serta memperluas akses pendidikan.
Di sektor produktif, kinerja perikanan melampaui target dengan realisasi produksi 27.410,47 ton pada 2025. Sementara sektor pertanian menunjukkan lonjakan signifikan, dengan produksi padi mencapai 139.484 ton Gabah Kering Giling—naik 21,81 persen dibanding tahun sebelumnya. Realisasi luas tanam juga melampaui target nasional dalam program Luas Tambah Tanam.
Indikator sosial dan lapangan kerja membaik dari sisi kesejahteraan, angka kemiskinan turun dari 8,31 persen pada 2024 menjadi 8,00 persen pada Semester I 2025. Tingkat pengangguran terbuka ikut menurun dari 6,42 persen menjadi 5,07 persen. Penyerapan tenaga kerja didukung oleh penerimaan sekitar 2.000 pegawai PPPK serta berbagai program padat karya dan kegiatan ekonomi lainnya.
Peningkatan Layanan dan Integritas
Kualitas pelayanan publik juga menunjukkan tren positif. Indeks Kepuasan Masyarakat meningkat dari 82,98 menjadi 86,31 pada 2025 dengan kategori Baik.
Di tingkat nasional, Barru menerima PENAIS Award 2025 dari Kementerian Agama Republik Indonesia atas komitmen mendukung program penyuluh agama melalui APBD. Awal 2026, Barru kembali meraih UHC Award Kategori Madya atas keberhasilan memperluas cakupan jaminan kesehatan masyarakat.
Selain itu, hasil Survei Penilaian Integritas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi menempatkan Barru di peringkat keempat se-Sulawesi Selatan dengan nilai 76 persen, mencerminkan penguatan budaya antikorupsi dan tata kelola pemerintahan yang semakin baik.
Fondasi untuk Lompatan Berikutnya
Serangkaian capaian tersebut menjadi penanda bahwa tahun pertama kepemimpinan Andi Ina–Abustan bukan sekadar masa transisi, melainkan periode konsolidasi dan kerja nyata. Dengan fondasi yang telah dibangun, Pemerintah Kabupaten Barru optimistis melangkah ke tahap pembangunan berikutnya secara lebih inklusif, progresif, dan berkelanjutan.