Barru — Pemerintah Kabupaten Barru menegaskan komitmennya menyusun arah pembangunan yang lebih terukur dan responsif terhadap kondisi keuangan daerah dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 yang digelar di Baruga Pettu Adae, Selasa (31/3/2026).
Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menyampaikan bahwa dinamika fiskal menuntut penetapan skala prioritas yang lebih selektif. Dari total APBD 2026 sekitar Rp769 miliar, sebagian anggaran harus disesuaikan akibat kebijakan pusat, sehingga perencanaan pembangunan perlu dilakukan secara cermat dan kolaboratif.
Menurutnya, fokus utama tetap diarahkan pada percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya peningkatan kualitas jalan kabupaten yang saat ini tingkat kemantapannya masih terbatas. Ia menegaskan pentingnya memastikan setiap proyek memiliki kualitas yang tahan lama agar anggaran yang digelontorkan benar-benar efektif.
Selain mengandalkan APBD, Pemkab Barru juga terus mendorong dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat untuk menangani sejumlah ruas strategis yang menjadi kewenangan lebih tinggi, guna memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dalam forum tersebut, perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menekankan pentingnya sinkronisasi program antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Optimalisasi potensi unggulan seperti pertanian, perikanan, industri, pariwisata, dan UMKM dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing daerah.
Sebagai bagian dari agenda, pemerintah daerah turut memberikan penghargaan kepada kecamatan, kelurahan, dan desa berprestasi dalam pelaksanaan Musrenbang 2026, serta apresiasi kepada inovator perangkat daerah yang berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Inovasi Daerah.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara sebagai bentuk komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal pembangunan Barru yang partisipatif, terarah, dan berkelanjutan.