GOWA — Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, resmi menutup kegiatan Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2026. Upacara penutupan berlangsung khidmat di Lapangan Sapta Marga Rindam XIV/Hasanuddin, Jalan Malino, Pakatto, Kabupaten Gowa, Selasa (12/5/2026).

Sebanyak kurang lebih 500 ASN dari berbagai instansi di Sulawesi Selatan dinyatakan telah menyelesaikan pelatihan dasar kemiliteran sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pertahanan negara melalui pembentukan Komponen Cadangan.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XIV/Hasanuddin membacakan sambutan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin, M.B.A. Dalam sambutannya, Menhan RI menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan Latsarmil Komcad ASN Sulsel.

Menhan menegaskan bahwa nilai disiplin, integritas, profesionalisme, serta tanggung jawab merupakan pondasi utama dalam membentuk Komcad yang tangguh dan berkarakter. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat penting agar para peserta mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan demi menjaga keutuhan bangsa dan negara.

“Komponen Cadangan bukan sekadar kekuatan tambahan, tetapi bagian penting dari sistem pertahanan negara yang harus memiliki semangat bela negara dan loyalitas tinggi terhadap NKRI,” demikian pesan Menhan RI yang dibacakan Pangdam.

Di hadapan awak media, Mayjen TNI Bangun Nawoko juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya Gubernur Sulsel, atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurut Pangdam, keberadaan Komcad sangat dibutuhkan, tidak hanya saat kondisi darurat militer, tetapi juga dalam berbagai situasi yang membutuhkan kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Komcad ini bukan hanya dibutuhkan pada saat darurat militer, tetapi juga dalam berbagai kegiatan yang membutuhkan kehadiran negara. Mereka diharapkan menjadi kekuatan pengganda dan mampu menjadi teladan di lingkungan kerjanya masing-masing, baik dalam disiplin, etos kerja, wawasan kebangsaan, bela negara, maupun kecintaan kepada NKRI,” ujar Mayjen TNI Bangun Nawoko.

Dengan berakhirnya pelatihan tersebut, ratusan ASN Sulsel kini diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan semangat pengabdian dalam tugas sehari-hari, sekaligus menjadi garda terdepan dalam memperkuat ketahanan nasional di lingkungan masyarakat maupun pemerintahan.