Jelang Porprov Sulsel 2026, Koni Kota Makassar Lakukan Rasionalisasi Anggaran Cabang Olahraga

MAKASSAR – Jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026 yang akan digelar di Kabupaten Bone dan Wajo, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Kota Makassar resmi memulai proses rasionalisasi pengajuan anggaran dari seluruh cabang olahraga (cabor). Langkah strategis ini diambil guna memastikan dukungan dana tepat sasaran sekaligus memperkuat tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel.

Tim rasionalisasi KONI Kota Makassar telah diberi mandat untuk menelaah setiap proposal anggaran secara mendalam. Pemeriksaan mencakup kesesuaian usulan dengan kebutuhan pembinaan atlet, persiapan menuju ajang Porprov, serta kepatuhan terhadap prinsip efisiensi, efektivitas, dan kejelasan perencanaan.

Ketua Tim Rasionalisasi KONI Kota Makassar, Ayuzar, menegaskan bahwa tujuan utama proses ini bukan untuk memotong dukungan kepada cabang olahraga, melainkan memastikan setiap alokasi dana memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Tugas kami adalah melakukan asistensi dan evaluasi terhadap seluruh proposal yang masuk. Kami akan teliti setiap komponen anggaran, apakah benar-benar dibutuhkan untuk pembinaan dan kesiapan atlet menghadapi ajang bergengsi ini,” ujar Ayuzar, Jumat (31/7/2026).

Seluruh proposal akan dibahas secara langsung bersama pengurus masing-masing cabor untuk mendapatkan penjelasan dan klarifikasi. Tim akan mendiskusikan kebutuhan riil di lapangan, serta merekomendasikan penyesuaian jika ditemukan komponen yang dapat dihemat atau perlu dilengkapi kelengkapannya. Melalui mekanisme ini, KONI berharap seluruh pihak memiliki persepsi yang sama mengenai penggunaan anggaran.

“Aspirasi kami sederhana: setiap rupiah yang dianggarkan harus jelas tujuannya, sesuai aturan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Administrasi yang tertib akan memperkuat pelaksanaan program pembinaan serta meningkatkan kepercayaan publik,” tambah Ayuzar.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Makassar, H. Ismail, memberikan dukungan penuh terhadap proses ini sebagai bagian dari upaya peningkatan tata kelola organisasi.

“Kami dukung sepenuhnya langkah rasionalisasi ini. Transparansi dan akuntabilitas adalah fondasi utama yang kami pegang untuk membangun kepercayaan publik dan memastikan dukungan yang proporsional bagi setiap cabang. Ini bukan sekadar kontrol anggaran, melainkan upaya strategis memaksimalkan hasil pembinaan atlet demi nama baik Kota Makassar di Porprov nanti,” tegasnya.

Hasil dari proses ini diharapkan menghasilkan dokumen anggaran yang realistis dan terukur, sebagai dasar penyusunan pembiayaan kontingen Kota Makassar. Dengan demikian, persiapan atlet dapat berjalan maksimal tanpa mengabaikan prinsip pengelolaan keuangan yang baik.

KONI Kota Makassar optimis, seluruh cabang olahraga akan mendapatkan dukungan anggaran yang sesuai kebutuhan, serta siap tampil terbaik mengharumkan nama daerah di ajang Porprov Sulsel 2026 di Kabupaten Wajo dan Bone.