BARRU — Pemerintah Kabupaten Barru memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi dampak fenomena El Nino yang mulai memicu kekeringan, keterbatasan air bersih, serta meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.

Sekretaris Daerah Barru, Andi Syarifuddin, S.IP., M.Si., membuka Rapat Koordinasi lintas sektor penanganan dan antisipasi bencana di Ruang Data Kantor Bupati Barru, Senin (24/8/2026).

Dalam rakor tersebut, Pemkab Barru mengevaluasi kondisi di lapangan, termasuk bertambahnya titik kebakaran dan wilayah yang membutuhkan pelayanan air bersih. Pemerintah daerah juga membahas kemungkinan peningkatan status dari siaga bencana menjadi darurat bencana berdasarkan data dan hasil koordinasi bersama.

Sebelumnya, Kepala BPBD Barru menyampaikan bahwa berdasarkan informasi BMKG, curah hujan sepanjang Agustus hingga 24 Agustus berada pada kisaran 0–20 milimeter dan diperkirakan masih rendah pada September. Kondisi ini mulai berdampak terhadap ketersediaan air masyarakat dan sektor pertanian, khususnya wilayah barat dan selatan Barru.

Pemkab Barru telah menetapkan status siaga darurat bencana sejak 21 Juli hingga 30 September 2026. Karena itu, pelayanan air bersih, pencegahan kebakaran, serta kesiapsiagaan lintas sektor menjadi prioritas.

Rakor turut dihadiri unsur Forkopimda, TNI-Polri, BPBD, PLN ULP Barru, pimpinan OPD terkait, perwakilan camat, dan stakeholder lainnya.