Barru – Pemerintah Kabupaten Barru kembali menegaskan komitmennya menurunkan angka stunting melalui peluncuran Intervensi Protein Hewani (Telur) sebagai bagian dari penguatan Rumah Gizi GASPOL. Kegiatan ini digelar di Baruga Pettu Adae, Lantai 6 Kantor Bupati Barru, Senin (17/11/2025).

Wakil Bupati Barru sekaligus Ketua TPPS, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., menekankan perlunya percepatan penanganan stunting karena capaian penurunan dalam lima tahun terakhir belum signifikan. Ia mengingatkan seluruh pihak untuk bergerak bersama secara terarah, bukan hanya melaksanakan program seremonial.

Abustan juga menyoroti pengaruh inflasi pangan terhadap angka stunting, khususnya kenaikan harga telur yang berdampak langsung pada pemenuhan protein anak. Ia menekankan bahwa pengendalian stunting harus sejalan dengan pengendalian inflasi.

Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi sejumlah program ketahanan pangan desa, seperti di Desa Paccekke yang mengembangkan penggemukan sapi, penanaman jagung, dan budidaya ikan melalui kolam bioflok.

Kepala DPMDPPKBP3A Barru, Herman Jaya, S.IP., MM, memaparkan bahwa prevalensi stunting Barru masih berada pada angka 26,9% dan perlu ditekan melalui sinergi seluruh OPD serta pemerintah desa/kelurahan untuk mencapai target RPJMD 2025–2029.

Peluncuran intervensi protein hewani ini juga menjadi momentum konsolidasi lintas sektor, dipimpin oleh Ketua Panitia Hj. Muliana, SKM., M.Kes.

Acara dihadiri Ketua TP-PKK Barru, sejumlah pimpinan OPD, Satgas Stunting, kepala puskesmas, para kepala