SULTRA, KONAWE UTARA– Politik bagi Hargono, S.H., M.H. bukan semata tentang jabatan, struktur partai ataupun perebutan kekuasaan. Bagi Sekretaris DPD Partai NasDem Konawe Utara itu, politik seharusnya menjadi ruang untuk mendengar persoalan masyarakat dan memastikan suara mereka tidak berhenti di ruang-ruang pertemuan, Sabtu, 29/8/2026.

Nama Hargono tercatat sebagai Sekretaris DPD Partai NasDem Kabupaten Konawe Utara. Dalam struktur kepengurusan yang tercatat pada data KPU, ia mendampingi Jalil, S.Hut., yang menjabat sebagai Ketua DPD Partai NasDem Konawe Utara.

Namun, aktivitas Hargono tidak hanya terlihat dalam agenda kepartaian. Ia juga beberapa kali muncul dalam persoalan-persoalan sosial yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat Konawe Utara.

Salah satu yang menggambarkan kedekatannya dengan masyarakat adalah keterlibatannya dalam persoalan infrastruktur di wilayah Blok Mandiodo. Pada Maret 2026, Hargono disebut sebagai salah satu pihak yang menggagas dan mendukung aksi masyarakat memperbaiki secara swadaya ruas jalan Mandiodo–Tapuemea–Tapunggaya, Kecamatan Molawe, yang kondisinya saat itu mengalami kerusakan cukup parah.

Langkah tersebut memperlihatkan sisi lain Hargono di luar panggung politik. Ketika akses jalan yang menjadi urat nadi masyarakat tidak kunjung mendapatkan penanganan memadai, ia memilih berada bersama masyarakat yang turun langsung memperbaikinya.

Bagi masyarakat di wilayah lingkar tambang, persoalan jalan bukan sekadar masalah infrastruktur. Jalan berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga mobilitas warga.

Karena itu, kehadiran Hargono dalam aksi tersebut menjadi gambaran bahwa politik baginya tidak selalu harus hadir dalam bentuk pidato atau kampanye. Politik juga dapat diwujudkan melalui keberpihakan terhadap persoalan konkret yang dihadapi masyarakat.

Memilih Dekat dengan Persoalan Warga

Konawe Utara merupakan daerah dengan dinamika pembangunan yang cukup kompleks. Potensi sumber daya alam yang besar berjalan beriringan dengan berbagai persoalan sosial dan infrastruktur yang masih menjadi perhatian masyarakat.

Dalam kondisi seperti itu, figur politik dituntut tidak hanya piawai berbicara, tetapi juga mampu membaca persoalan yang terjadi di lapangan.

Hargono tampaknya memilih jalur tersebut. Ia berusaha menempatkan dirinya tidak hanya sebagai bagian dari struktur partai, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang setiap hari berhadapan dengan persoalan daerah.

Keterlibatannya dalam kegiatan sosial di wilayah Molawe menjadi salah satu contoh bagaimana seorang politisi dapat mengambil peran ketika masyarakat menghadapi persoalan yang mendesak.

Menjaga Sikap di Tengah Dinamika Politik

Sebagai sekretaris partai, Hargono juga berada pada posisi penting dalam menghadapi dinamika politik internal maupun eksternal.

Pada Agustus 2026, namanya kembali menjadi perhatian setelah memberikan penjelasan mengenai posisi Ketua DPD Partai NasDem Konawe Utara, Jalil, S.Hut., yang tengah menghadapi persoalan hukum.

Hargono ketika itu menegaskan bahwa Jalil masih menjabat sebagai Ketua DPD Partai NasDem Konawe Utara sekaligus anggota DPRD Konawe Utara. Ia juga menekankan bahwa persoalan hukum yang dihadapi Jalil merupakan persoalan privat dan tidak berkaitan dengan kapasitasnya sebagai pimpinan partai maupun anggota DPRD.

Sikap tersebut menunjukkan peran Hargono sebagai sekretaris partai bukan hanya mengurusi administrasi organisasi. Ia juga menjadi salah satu juru bicara yang menjelaskan posisi organisasi ketika partai menghadapi isu yang berkembang di tengah masyarakat.

Di tengah derasnya informasi dan opini publik, posisi seperti ini tentu tidak sederhana. Seorang pengurus partai harus mampu menyampaikan sikap organisasi sekaligus tetap menghormati proses hukum yang berjalan.

Politik yang Tidak Berjarak

Hargono adalah gambaran tentang bagaimana seorang pengurus partai mencoba membangun hubungan politik yang lebih dekat dengan masyarakat.

Baginya, masyarakat bukan hanya konstituen yang ditemui ketika momentum politik tiba. Persoalan warga justru menjadi ruang untuk menguji apakah politik benar-benar memiliki manfaat.

Jalan rusak, akses masyarakat, persoalan lingkungan, kehidupan warga di wilayah lingkar tambang dan berbagai persoalan sosial lainnya menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian bersama.

Di tengah dinamika politik Konawe Utara, sosok seperti Hargono menarik untuk diperhatikan. Bukan semata karena posisinya sebagai Sekretaris DPD Partai NasDem, tetapi karena aktivitasnya memperlihatkan upaya untuk tetap hadir di tengah masyarakat.

Pada akhirnya, ukuran seorang politisi tidak hanya terletak pada seberapa tinggi jabatan yang didudukinya. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa jauh ia mampu mendengar keluhan masyarakat dan mengubahnya menjadi tindakan.

Dan bagi Hargono, perjalanan itu tampaknya masih panjang.

Dari ruang partai hingga jalan-jalan desa, dari meja rapat hingga persoalan masyarakat, ia memilih untuk tetap berada di tengah dinamika Konawe Utara—menjalankan peran politik sekaligus menjaga hubungan dengan masyarakat yang menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.