Ruang Kebersamaan yang Menanti Sentuhan Pemerintah
CAMBA, MAROS — Lapangan Andi Baso di Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, bukan sekadar tempat berolahraga. Lebih dari itu, ruang terbuka ini menjadi pusat silaturahmi, tempat mempererat kebersamaan, sekaligus menjaga kebugaran tubuh warga.
Meski fasilitas yang tersedia masih terbatas, semangat masyarakat untuk bergerak tetap tinggi. Setiap hari, lapangan ini diramaikan berbagai aktivitas — mulai dari sepak bola, bola voli, sepak takraw, hingga warga yang berjalan santai menikmati udara segar.
Pemandangan hangat terlihat saat Lurah Mario Pulana ikut bermain sepak bola bersama para pemuda, sementara Lurah Cempaniga turun langsung mengikuti permainan bola voli bersama warga. Kebersamaan ini membuktikan bahwa olahraga mampu meruntuhkan sekat jabatan dan status sosial, mendekatkan pemimpin dengan rakyat.
Lokasi lapangan yang berada di kawasan pendidikan — mulai dari TK hingga SMA — menjadikannya ruang strategis bagi para pelajar. Setiap pagi, tak sedikit siswa yang memanfaatkannya untuk berolahraga sebelum masuk sekolah. Lapangan ini pun menjadi sarana menanamkan budaya hidup sehat sejak usia dini.
Namun, antusiasme warga ini kini memanggil perhatian. Keterbatasan sarana dan prasarana dirasa perlu segera diimbangi dukungan agar warga mendapatkan tempat yang aman, nyaman, dan layak.
Fajrin, salah satu warga Camba, menyampaikan harapannya:
“Warga sebenarnya sangat antusias berolahraga di sini. Ada yang bermain sepak bola, voli, takraw, dan ada juga yang sekadar berjalan santai. Kami berharap pemerintah bisa melihat kondisi lapangan ini dan memberikan perhatian, terutama untuk fasilitas dan kenyamanan masyarakat. Lapangan Andi Baso punya potensi besar jadi ruang publik yang bermanfaat, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda.”
“Kami tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kalau fasilitasnya bisa diperbaiki secara bertahap, tentu masyarakat akan semakin semangat berolahraga. Anak-anak juga punya tempat yang lebih aman untuk beraktivitas,” tambahnya.
Warga menaruh harapan besar kepada Bupati Maros maupun Gubernur Sulawesi Selatan untuk mengembangkan Lapangan Andi Baso. Dukungan berupa perbaikan sarana tidak hanya akan melahirkan bibit atlet lokal, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan mendorong lebih banyak warga menjalani hidup sehat.
Pada akhirnya, Lapangan Andi Baso bukan sekadar hamparan tanah untuk bermain bola. Di sinilah warga bertemu, bercengkerama, dan membangun persaudaraan. Semangat warga telah tumbuh — kini tinggal perhatian dan dukungan pemerintah agar semangat itu terus berkembang.