Kolaka Timur __Personel Polsek Lambandia bersama TNI dan warga bergerak cepat memadamkan kebakaran lahan perkebunan milik masyarakat seluas sekitar 5 hektare di Desa Lambandia, Kecamatan Lambandia, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (Sultra). Penyebab kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan polisi.

“Kita masih melakukan pendalaman penyebab kebakaran yang mengakibatkan 5 hektare lokasi perkebunan milik warga yang terbakar di Desa Lambandia, Kecamatan Lambandia, Kabupaten Kolaka Timur,” kata Kapolsek Lambandia Iptu Ismail, S.H., M.H., saat dikonfirmasi.

Kebakaran itu diketahui pada Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 14.30 WITA. Peristiwa bermula saat seorang warga bernama Hasriani melihat kepulan asap dari arah perkebunan. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada Sekretaris Desa Lambandia, Irwan, yang meneruskannya kepada aparat desa dan menghubungi personel Polsek Lambandia.

Menerima laporan itu, personel Polsek Lambandia bersama aparat desa, TNI, dan masyarakat langsung menuju lokasi dengan membawa peralatan pemadaman sederhana. Setibanya di lokasi, petugas mendapati api telah meluas dan membakar rumput, dedaunan kering, serta ranting di bawah tanaman kakao dan kelapa sawit milik warga.

Sebanyak empat personel Polsek Lambandia bersama sekitar 50 warga terlibat dalam upaya pemadaman. Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 16.00 WITA. Kebakaran tersebut menghanguskan lahan perkebunan warga yang ditanami kakao dan kelapa sawit dengan total luas sekitar 5 hektare.

Ismail mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi musim kemarau. Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuat api mudah merembet dan meluas ke area perkebunan lainnya.

“Sekdes Desa Lambandia Irwan mengapresiasi respons cepat personel Polsek Lambandia bersama TNI dan masyarakat yang membantu memadamkan api di lahan perkebunan warga.”

Irwan mengatakan keterlibatan aparat kepolisian bersama TNI dan masyarakat membantu mempercepat penanganan kebakaran. Dia berharap sinergi tersebut terus terjaga dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih didalami karena belum ada saksi yang melihat secara langsung awal munculnya api.