Palopo, Sulawesi Selatan — Sebuah kafe dan café di Kota Palopo mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Pasalnya, sejumlah menu minuman di tempat tersebut diketahui menggunakan nama yang merujuk pada alat kelamin, yang dinilai sebagian masyarakat tidak pantas dan menuai pro-kontra.
Informasi ini pertama kali viral setelah diunggah oleh seorang selebgram lokal melalui akun media sosialnya. Dalam unggahan tersebut, terlihat daftar menu minuman dengan penamaan yang dianggap vulgar, sehingga memicu beragam reaksi dari warganet.
Sebagian netizen menilai penggunaan nama menu tersebut tidak etis dan berpotensi melanggar norma kesopanan, terlebih Palopo dikenal sebagai kota religius. Mereka meminta pihak pengelola kafe untuk lebih bijak dalam berinovasi dan tidak menggunakan unsur pornografi demi menarik perhatian pengunjung.
Namun, di sisi lain, ada pula warganet yang menganggap penamaan menu tersebut hanyalah strategi pemasaran kreatif dan bentuk kebebasan berekspresi dalam dunia usaha, selama tidak melanggar aturan hukum yang berlaku.
Menanggapi kehebohan ini, sejumlah tokoh masyarakat meminta agar pemerintah daerah dan instansi terkait, seperti Satpol PP, melakukan penelusuran dan pembinaan terhadap usaha tersebut jika ditemukan pelanggaran.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola kafe maupun selebgram yang mengunggah konten tersebut belum memberikan klarifikasi resmi terkait polemik yang terjadi.