MAKASSAR – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan menerima kunjungan silaturahmi dari pengurus Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Sulawesi Selatan pada Selasa (03/03/26).

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan kerja sama dalam upaya pencegahan, pemberantasan, dan pengawasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN) di wilayah Sulawesi Selatan.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, kedua belah pihak sepakat bahwa peredaran narkoba merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang sering kali bersinggungan dengan tindak pidana korupsi dan pencucian uang.

Kepala BNNP Sulsel, Brigjen Drs. Agung Prabowo menekankan pentingnya peran serta lembaga swadaya masyarakat seperti MAKI Sul-Sel untuk menjadi mata dan telinga pemerintah di lapangan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari rekan-rekan MAKI Sul-Sel sangat krusial, terutama dalam *mengawasi* integritas penegakan hukum dan memberikan edukasi kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Di sisi lain, perwakilan MAKI Sul-Sel menyatakan kesiapannya untuk membantu BNN dalam hal pengawasan transparansi serta Mengawal kasus-kasus besar agar berjalan sesuai prosedur hukum tanpa adanya intervensi oknum.Sosialisasi Terpadu: Mengintegrasikan kampanye anti-narkoba dalam setiap kegiatan advokasi masyarakat yang dilakukan MAKI Sulsel

Pertukaran Informasi dengan memberikan laporan terkait indikasi wilayah atau aktivitas mencurigakan yang berpotensi menjadi sarang peredaran gelap. Adapun langkah langkah nyata dengan melakukan edukasi ke tiap tiap sekolah di Sulawesi selatan dengan melibatkan steakholder.

Direktur Maki Sulsel, *Hidayat Akbar, SH* dalam keterangan persnya dihadapan awak media menuturkan bahwa dengan Memutus Rantai Narkoba dan Korupsi merupakan salah satu langkah yang tepat dalam menggapai tujuan *INDONESIA EMAS 2045*