PANGKEP – Upaya pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, akhirnya membuahkan hasil maksimal. Pada hari ketujuh operasi pencarian, prajurit TNI bersama Tim SAR Gabungan berhasil menemukan dua jenazah korban terakhir, sehingga seluruh korban yang sebelumnya dinyatakan hilang kini telah ditemukan, Jumat (23/1/2026).
Operasi pencarian dilakukan di medan berat dengan cuaca ekstrem dan kondisi geografis yang sulit dijangkau. Meski demikian, prajurit TNI bersama Tim SAR Gabungan tetap menunjukkan dedikasi dan semangat pantang menyerah hingga seluruh korban berhasil dievakuasi.
Penemuan dua korban terakhir dipimpin oleh Letnan Dua Infanteri Sudirman, Komandan Regu 1 Kompi A Yonif 700/Wira Yudha Cakti. Tim gabungan terdiri dari prajurit Kodam XIV/Hasanuddin, Divisi Infanteri III Kostrad, Koops Udara VI Makassar, Koops Udara II, Basarnas, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat.
Dengan ditemukannya dua jenazah terakhir tersebut, total korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang berhasil ditemukan berjumlah sepuluh orang. Seluruh rangkaian operasi pencarian dan pertolongan dinyatakan tuntas.
Sinergi lintas instansi menjadi kunci keberhasilan operasi SAR gabungan ini. Meski dihadapkan pada tantangan cuaca yang tidak menentu serta medan terjal, proses pencarian berjalan lancar berkat koordinasi yang solid antara TNI, Basarnas, instansi terkait, dan dukungan masyarakat.
Selanjutnya, seluruh jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit TNI AU Lanud Sultan Hasanuddin sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut.