MAKASSAR, – Insiden memilukan sekaligus membahayakan nyawa terjadi di wilayah Paccerakkang, Makassar, pada dini hari tadi. Sebuah mobil pribadi yang sedang dalam perjalanan pulang dari Mamuju menuju BTP (Bumi Tamalanrea Permai) menjadi sasaran aksi pelemparan oleh segerombolan remaja bermotor yang tidak bertanggung jawab, 15/02/2026.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 03:30 WITA. Korban yang mengendarai mobil bersama istri dan anak juga satu lagi kerabat bersama anaknya melintas di jalur Paccerakkang (sebelum Warkop Dg. Sija). Dari arah berlawanan, muncul segerombolan pemuda dengan kurang lebih 10 sepeda motor.
Tanpa alasan yang jelas, pengendara motor terakhir, dua orang berboncengan tanpa mengambil ancang-ancang yang berlebihan, tiba-tiba melempar benda keras ke arah kaca depan mobil.
“Kami sangat kaget. Pelaku yang dibonceng melempar sesuatu tepat saat berpapasan. Bukan bunyi batu, tapi kaca langsung pecah parah. Mirisnya, pelaku melempar sambil memalingkan wajah seolah-olah ini hanya main-main atau lelucon bagi mereka,” ujar korban.
Meski kaca depan mengalami kerusakan berat, beruntung serpihan kaca hanya mengenai pakaian pengemudi, istri, dan anak yang duduk di kursi depan tanpa menyebabkan luka fatal. Korban memilih untuk tidak berhenti di lokasi guna menghindari risiko pengeroyokan oleh kelompok remaja tersebut yang diduga kehilangan empati dan adab.
Aksi ini disinyalir merupakan pola lama “geng motor” yang meresahkan warga Makassar. Melalui pernyataan ini, pihak korban menyampaikan beberapa poin penting, mendesak pihak berwajib untuk segera melakukan investigasi mendalam di wilayah Paccerakkang, meminta aparat memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian guna mengidentifikasi pelat nomor dan wajah pelaku, meminta peningkatan keamanan di titik-titik rawan pada jam-jam kecil untuk mencegah adanya korban berikutnya.
Pelaku harus ditindak secara hukum agar menyadari bahwa tindakan “kerdil” mereka adalah tindakan kriminal yang membahayakan nyawa orang lain.
“Kami tidak tahu apa salah kami. Kami hanya ingin pulang dengan tenang. Kami berharap pihak kepolisian bisa bergerak cepat sebelum ada korban lain yang mungkin tidak seberuntung kami,” tutup korban.
Koresponden : Anjas