Raker Koni Makassar Tegaskan Target Pertahankan Juara Umum Porprov 2026
MAKASSAR — Bukan sekadar mengejar medali, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar kini membidik dua sasaran sekaligus: memperkuat tata kelola organisasi yang sehat dan transparan, sekaligus mempertahankan status sebagai juara umum pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan tahun 2026.
Tekad tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua KONI Kota Makassar, Ismail, dalam pembukaan Rapat Kerja Kota (Rakerkot) KONI Makassar Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Novotel Makassar, Sabtu (29/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Ismail memaparkan sejumlah langkah strategis pembenahan organisasi — mulai dari pengelolaan keuangan berbasis digital hingga jaminan transparansi penuh atas penggunaan dana hibah pemerintah.
“Kami ingin KONI Kota Makassar tumbuh bukan hanya dalam hal prestasi, tetapi utamanya dalam tata kelola organisasi. Prestasi setinggi apa pun tidak akan kokoh jika tidak berdiri di atas organisasi yang tertib, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Ismail.
Sistem Digital, Langkah Transparansi Pertama
Pembenahan menyasar hal paling mendasar: perencanaan hingga pelaporan anggaran. KONI Makassar kini membangun dan menggunakan aplikasi pengelolaan keuangan yang sistemnya mengacu pada standar Pemerintah Kota Makassar — satu-satunya KONI se-Indonesia yang menerapkan sistem ini. Tidak hanya itu, sistem belanja organisasi pun telah beralih menggunakan sistem pembelian elektronik / e-purchasing.
“Semuanya dibangun agar pola kerja menjadi lebih tertib, transparan, efisien, dan akuntabel. Setiap rupiah dapat dilacak dan dipertanggungjawabkan,” tegasnya. Sistem ini telah berjalan sejak tahun 2025 dan akan segera dapat digunakan pula oleh seluruh pengurus cabang olahraga.
Bukti Nyata: Sisa Hibah Rp993 Juta Dikembalikan Penuh
Ismail melanjutkan, pada tahun 2025 lalu KONI Kota Makassar menerima dana hibah dari Pemerintah Kota Makassar sebesar Rp15 miliar. Lebih dari 70 persen atau sekitar Rp10 miliar langsung disalurkan untuk kebutuhan cabang olahraga dan pembinaan atlet. Penggunaan sisanya dialokasikan untuk operasional, gaji pegawai, serta kegiatan bidang.
Karena pengelolaan dilakukan secara ketat dan terencana, terdapat sisa anggaran sebesar Rp993 juta. Dana tersebut telah dikembalikan sepenuhnya ke kas daerah pada 31 Desember 2025 tanpa tersisa satu rupiah pun.
“Kami sampaikan ini secara terbuka sebagai bukti komitmen: setiap dana yang dipercayakan pemerintah adalah amanah. Yang terpakai dipertanggungjawabkan, yang tersisa dikembalikan seutuhnya,” ucap Ismail.
Anggaran Meningkat, Tanggung Jawab Makin Besar
Memasuki tahun 2026, tata kelola anggaran Pemerintah Kota Makassar naik menjadi Rp24,87 miliar. Sekitar Rp17 miliar atau lebih dari 70 persen jumlah tersebut kembali diprioritaskan untuk kebutuhan cabang olahraga — utamanya persiapan menghadapi Porprov Sulsel 2026 yang digelar di Kabupaten Wajo dan Bone pada November mendatang.
“Besarnya dukungan ini harus berjalan seiring dengan besarnya tanggung jawab. Sistem yang telah kami bangun akan terus diperkuat agar tidak ada satu rupiah pun yang lepas dari pengawasan dan pertanggungjawaban,” tegas Ismail.
Target Akhir: Pertahankan Mahkota Juara Umum
Setelah fondasi organisasi dan sistem keuangan dianggap kokoh, seluruh perhatian kini beralih ke lapangan pertandingan. Ismail menegaskan, tujuan utama tetap satu: menjaga dan mempertahankan gelar Juara Umum Porprov untuk Kota Makassar.
“Di depan mata kita tinggal menghitung hari menuju ajang Porprov Sulsel 2026. Sistem telah diperbaiki, anggaran telah disiapkan, jalur transparansi telah dibuka. Sekarang saatnya membuktikan di lapangan: Makassar tetap yang terdepan. Target kami mutlak, mempertahankan gelar juara umum,” pungkas Ismail dengan tegas.