Belum Punya Guru Agama, Pembimas Kemenag Bergerak Cepat

Laporan : Humas Kemenag Sulsel

GOWA,Sulsel – Hak siswa untuk mendapatkan pendidikan agama menjadi perhatian Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan. Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Sulsel, Merpati Sampe Liling, turun langsung memberikan pembinaan kepada siswa Kristen dan Katolik di SD Inpres Borong Palala, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Jumat 7 Agustus 2026.

Pembinaan tersebut dilakukan bersama staf Pembimas Kristen dan Penyuluh Agama Kristen Kabupaten Gowa. Sebanyak 60 siswa Kristen dan Katolik di sekolah tersebut diketahui belum mendapatkan pembelajaran agama secara optimal karena belum tersedia guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) maupun Pendidikan Agama Katolik (PAKat).

Merpati mengatakan, kehadiran Kemenag merupakan bagian dari upaya memastikan setiap anak memperoleh haknya dalam mendapatkan pendidikan agama.

“Anak-anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan agama sesuai keyakinannya. Karena itu, Kemenag hadir untuk memastikan hak tersebut tetap terpenuhi,” ucap Merpati.

Ia menegaskan, pembinaan tidak sekadar memberikan materi keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan moderasi beragama sejak di lingkungan sekolah.

“Kami ingin menanamkan nilai-nilai moderasi beragama sejak dini, sehingga anak-anak tumbuh dengan sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan,” tegasnya.

Langkah tersebut, lanjut Merpati, sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama, khususnya penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan.

“Kerukunan dan cinta kemanusiaan harus dimulai dari lingkungan pendidikan. Sekolah menjadi ruang penting untuk menanamkan nilai tersebut kepada generasi muda,” tuturnya.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap pembinaan dari Kemenag dapat dilakukan secara rutin. Sekolah juga berharap pemerintah dapat menempatkan guru PAK maupun PAKat agar kebutuhan pendidikan agama bagi siswa Kristen dan Katolik dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, siswa Kristen dan Katolik juga mendapat minuman kesehatan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian Kemenag terhadap mereka. (AB)