Barru – Pemerintah Kabupaten Barru melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan respons cepat dalam menangani bencana angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Barru pada Ahad, 1 Februari 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan pada puluhan rumah warga, namun dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Barru, angin kencang yang disertai hujan terjadi sekitar pukul 14.55 WITA dengan kecepatan angin berkisar antara 30,6 hingga 37,8 km/jam. Dampak sementara tercatat sebanyak 34 unit rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga berat yang tersebar di empat kecamatan dan tujuh desa/kelurahan.

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., melalui Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Barru, H. Umar S., S.KM., M.Kes., menyampaikan bahwa pemerintah daerah langsung bergerak cepat sejak menerima laporan kejadian di lapangan.

“Atas arahan Ibu Bupati Barru, kami segera mengerahkan tim BPBD bersama unsur TNI, Polri, serta pemerintah setempat untuk melakukan penanganan darurat, pendataan dampak, dan memastikan keselamatan masyarakat. Alhamdulillah, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (2/2/2026).

Selain merusak rumah warga, angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang di beberapa titik. Salah satunya terjadi di Jalan Poros Lakalitta, Desa Cilellang, Kecamatan Mallusetasi, yang sempat menutup akses Jalan Nasional Makassar–Parepare. Tim gabungan bergerak cepat melakukan evakuasi dan penanganan sehingga akses jalan nasional tersebut berhasil dibuka kembali dan lalu lintas kembali normal.

Lebih lanjut, BPBD Kabupaten Barru terus melakukan asesmen dan pendataan lanjutan, penanganan pohon tumbang, pengamanan jaringan listrik, serta penyaluran bantuan darurat berupa terpal plastik kepada warga terdampak. Hingga saat ini, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan relatif aman dan kondusif.

Pemerintah Kabupaten Barru juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan informasi dari BMKG, wilayah Kabupaten Barru masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada awal Februari 2026.