Makassar — Pemerintah Kabupaten Barru terus mengupayakan penyelesaian persoalan yang terjadi di Masjid Nurut Tajdid, BTN Pepabri, melalui langkah koordinasi lintas pihak. Hal ini ditandai dengan audiensi Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, bersama jajaran Pimpinan Muhammadiyah Sulawesi Selatan di Makassar, Jumat (27/3/2026).

Pertemuan awal digelar di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel. Dalam forum tersebut, Bupati memaparkan secara rinci kronologi kejadian serta langkah cepat yang telah ditempuh pemerintah daerah bersama aparat keamanan guna menjaga situasi tetap kondusif.

Tidak hanya itu, koordinasi berlanjut dalam pertemuan kedua yang berlangsung di salah satu rumah makan di Makassar. Agenda ini turut dihadiri Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, bersama jajaran pimpinan Muhammadiyah Sulsel.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati kembali menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menuntaskan persoalan secara adil, transparan, dan sesuai ketentuan hukum. Ia juga memastikan bahwa proses mediasi yang telah dilakukan sebelumnya membuahkan hasil positif, di mana para pihak sepakat menjaga ketenteraman sehingga aktivitas ibadah dapat kembali berjalan normal.

Pemerintah Kabupaten Barru, lanjutnya, akan terus memfasilitasi dialog lanjutan guna memastikan tercapainya solusi final yang dapat diterima semua pihak, termasuk terkait aspek kepemilikan aset masjid.

Sementara itu, pihak kepolisian melalui Kapolres Barru menyatakan kesiapan penuh dalam menjaga keamanan dan mengantisipasi potensi gangguan, demi memastikan stabilitas wilayah tetap terjaga.

Pimpinan Muhammadiyah Sulawesi Selatan memberikan apresiasi atas langkah cepat dan pendekatan dialogis yang ditempuh Pemkab Barru. Upaya tersebut dinilai mencerminkan komitmen dalam menjaga harmoni dan persatuan di tengah masyarakat.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menilai pendekatan persuasif dan mediasi yang dilakukan pemerintah daerah merupakan contoh penyelesaian konflik yang bijak dan berkeadaban.

Diharapkan, proses yang tengah berjalan tidak hanya menghadirkan kepastian hukum, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan serta menjadi rujukan dalam penyelesaian konflik sosial secara damai di masa mendatang.