MAROS – Komitmen mewujudkan lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman terus digaungkan di Kabupaten Maros. Menindaklanjuti himbauan Bupati Maros dalam mendukung Program Indonesia ASRI, Camat Maros Baru, Rudi, S.IP., M.M., bergerak cepat dengan langkah nyata di tingkat kecamatan.

Tak sekadar imbauan, Rudi secara tegas menginstruksikan seluruh Kepala Desa (Kades), Lurah, serta jajaran staf untuk melaksanakan kerja bakti selama tiga hari pertama masuk kantor menjelang libur panjang. Langkah ini dilakukan sebagai upaya membangun budaya bersih yang dimulai dari lingkungan kerja masing-masing.

Dalam arahannya, Rudi menekankan bahwa kebersihan bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan harus menjadi bagian dari budaya kerja yang melekat dalam keseharian aparatur pemerintahan.

“Budaya bersih harus dimulai dari diri sendiri dan dari tempat kita bekerja. Ini bukan sekadar soal kebersihan fisik, tetapi juga mencerminkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Gerakan ini menjadi bagian dari implementasi nyata Program Indonesia ASRI yang tengah digencarkan Pemerintah Kabupaten Maros. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, hingga pemerintah desa dan kelurahan diharapkan berperan aktif menjaga kebersihan, baik di dalam kantor maupun lingkungan sekitar.

Di Kecamatan Maros Baru, gerakan tersebut mulai terlihat melalui berbagai aksi konkret, mulai dari kerja bakti massal, penataan halaman kantor, hingga pengelolaan sampah yang lebih tertib dan berkelanjutan. Rudi juga mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas petugas kebersihan semata.

“Kalau lingkungan bersih, suasana kerja menjadi lebih nyaman, produktivitas meningkat, dan masyarakat yang datang pun merasa dihargai serta dilayani dengan baik,” tambahnya.

Selain itu, Rudi juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Kami harap masyarakat bisa berkolaborasi dengan pemerintah setempat. Tidak membuang sampah di irigasi itu sudah cukup membantu menjaga kebersihan dan kelancaran aliran air,” imbaunya.

Langkah cepat ini pun mendapat respon positif dari berbagai pihak. Sejumlah pegawai mengaku lebih termotivasi bekerja dalam suasana yang bersih dan tertata. Tak hanya itu, masyarakat yang datang ke kantor kecamatan juga merasakan perubahan signifikan dalam kualitas pelayanan.

Dengan langkah sederhana namun konsisten, Kecamatan Maros Baru di bawah kepemimpinan Rudi diharapkan mampu menjadi contoh dalam penerapan budaya bersih. Lebih dari itu, gerakan ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kabupaten Maros yang ASRI, nyaman, dan berdaya saing.