BARRU — Pemerintah Kabupaten Barru memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak El Niño dengan memprioritaskan pemenuhan air bersih serta penanganan berbagai potensi bencana.
Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin Sekretaris Daerah Barru, Andi Syarifuddin, S.IP., M.Si., di Posko Siaga Darurat Bencana BPBD Barru, Senin (12/10/2026).
Sekda menekankan pentingnya langkah konkret seluruh OPD dan instansi terkait, terutama dalam memetakan wilayah terdampak, mengatur distribusi air bersih, serta memastikan kesiapan personel, sarana, dan dukungan anggaran.
Kepala Pelaksana BPBD Barru, Umar Sinampe, S.KM., M.Kes., menyampaikan bahwa curah hujan rendah masih berpotensi terjadi pada Oktober hingga November. Peningkatan curah hujan diperkirakan baru terjadi pada dasarian pertama Desember berdasarkan prediksi BMKG.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD mendorong pengembangan sumur gali di tujuh kecamatan, disertai upaya jangka panjang melalui kajian pembangunan embung atau bendungan untuk menjaga ketersediaan air saat musim kemarau.
Selain kekeringan, rapat juga membahas penanganan dampak angin kencang. BPBD telah melakukan asesmen terhadap 273 rumah terdampak dan menyalurkan bantuan logistik dasar bersama Dinas Sosial.
Melalui koordinasi ini, Pemkab Barru mengharapkan sinergi seluruh instansi semakin kuat agar penanganan bencana berjalan efektif, bantuan tepat sasaran, dan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.