Barru – Pemerintah Kabupaten Barru terus memperkuat upaya modernisasi sektor pertanian melalui penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) yang terukur dan berorientasi kebutuhan riil petani. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari strategi meningkatkan produktivitas, efisiensi kerja, serta percepatan masa tanam di berbagai sentra pertanian.

Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., menegaskan pentingnya pengelolaan bantuan secara profesional saat menyerahkan dan memberikan pembinaan kepada 10 kelompok tani penerima Traktor Roda Empat (TR4). Kegiatan tersebut berlangsung di Tempat Pembibitan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Desa Tompo, Kecamatan Barru, Sabtu (10/1/2026).

Dalam arahannya, Wakil Bupati menyebutkan bahwa pemanfaatan alsintan modern telah terbukti mempercepat proses pengolahan lahan. Ia mengungkapkan bahwa di beberapa wilayah, seperti Kecamatan Pujananting, waktu pengolahan sawah yang sebelumnya memakan waktu berbulan-bulan kini dapat dipangkas secara signifikan dengan dukungan traktor roda empat.

“Alsintan ini bukan hanya alat kerja, tetapi instrumen peningkatan kesejahteraan petani. Biaya produksi dapat ditekan, tenaga lebih efisien, dan waktu tanam bisa lebih cepat,” ujar Abustan.

Ia juga menekankan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan merupakan aset negara yang harus dijaga, dikelola secara kolektif, serta dimanfaatkan secara adil oleh anggota kelompok tani.

Selain fokus pada tanaman pangan, Pemerintah Kabupaten Barru juga mulai mengakselerasi pengembangan sektor perkebunan, khususnya komoditas kopi. Pengembangan ini dilakukan melalui kemitraan dengan pihak swasta serta pemanfaatan skema perhutanan sosial guna membuka peluang usaha baru bagi masyarakat tani.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, M.M., menjelaskan bahwa distribusi TR4 merupakan bagian dari program peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT). Ia menyebutkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian Barru mencatat pertumbuhan produksi sebesar 19,20 persen, melampaui capaian rata-rata nasional yang berada di angka 13,7 persen.

Capaian tersebut, lanjutnya, menjadi indikator bahwa dukungan alsintan dan kebijakan pertanian yang tepat sasaran memberikan dampak positif terhadap kinerja sektor pertanian di Kabupaten Barru.