MAROS — Suasana penuh khidmat dan semangat kebersamaan menyelimuti Dusun Kanjitongan, Desa Mattirotasi, dalam pelaksanaan Festival Ramadan Jilid XV yang digelar pada malam ke-28 Ramadan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi apik antara Pemerintah Desa Mattirotasi, KPA Katro, Ikatan Remaja Masjid Nurul Iman Kanjitongan (IRMANK), serta Karang Taruna Desa Mattirotasi.
Festival tahunan ini turut dihadiri oleh Camat Maros Baru, Rudi, S.IP., M.M., Kepala Desa Mattirotasi Alimuddin, S.Pd., para kepala dusun se-Desa Mattirotasi, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan dengan antusias.
Kepala Desa Mattirotasi, Alimuddin, S.Pd., dalam keterangannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Festival Ramadan ke-15 ini. Ia mengapresiasi peran aktif para pemuda dan seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi menghadirkan kegiatan bernilai positif.
“Semangat, kreativitas, dan kehausan akan ilmu yang ditunjukkan generasi muda hari ini adalah cerminan calon pemimpin masa depan. Pemerintah desa akan terus berkomitmen mendukung kegiatan kepemudaan demi membangun masyarakat yang lebih baik dan menjauhkan generasi muda dari pengaruh negatif,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Maros Baru, Rudi, S.IP., M.M., dalam sambutannya juga mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya terhadap keberlangsungan Festival Ramadan yang telah memasuki tahun ke-15. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi wadah strategis dalam menyalurkan bakat, kreativitas, serta nilai-nilai Islami di kalangan generasi muda.
“Festival ini adalah sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan motivasi, serta mendorong lahirnya inovasi di tengah masyarakat, khususnya generasi muda,” ungkapnya.
Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memaksimalkan sisa waktu dengan meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat nilai-nilai spiritual.
Sebagai penutup, Camat Maros Baru secara resmi membuka Festival Ramadan XV dengan harapan kegiatan ini terus menjadi simbol kecintaan masyarakat terhadap Ramadan sekaligus mempererat kebersamaan di Desa Mattirotasi.
Kemeriahan festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan religius, tetapi juga memperkuat persatuan dan semangat gotong royong masyarakat, khususnya generasi muda sebagai motor penggerak perubahan.