Tim SAR gabungan memperluas jangkauan pencarian pada hari keempat operasi SAR terhadap Slamet (50th), seorang nelayan yang dilaporkan belum kembali dari memancing di perairan Bira, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
​Kejadian berawal pada Rabu (30/9) sekitar pukul 16.00 WITA. Korban berangkat seorang diri menggunakan perahu berwarna hijau bertuliskan “Cahaya Bira” dengan mengenakan pakaian berwarna cokelat menuju area Pantai Kasuso Ara. Kebiasaan korban yang biasanya pulang sekitar pukul 01.00 WITA tidak terwujud hingga keluarga melakukan pencarian mandiri menggunakan tiga unit kapal. Karena upaya tersebut nihil, pihak keluarga melaporkan kejadian ke Basarnas Makassar untuk meminta bantuan pada Kamis (1/10) pukul 11.30 WITA.
​Memasuki hari keempat operasi pencarian pada Minggu (4/10), Tim SAR gabungan yang terdiri dari Rescuer Pos SAR Bantaeng, TNI AL, Polairud, BPBD Bantaeng, serta masyarakat setempat membagi pergerakan ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) sesuai pemetaan Sarmap:
- ​Sru 1 rubber boat melakukan pencarian dari pelabuhan lembangkeke di sektor 1 dgn luas area pencarian 28 nm² entri point 5°20’5.47″s 120°24’27.57″
- Sru 2 speed boat melakukan pencarian dari pelabuhan lembangkeke di sektor 2 dgn luas area pencarian 28 nm² entri point 5°13’46.54″s 120°20’19.41″e
- Sru 3 kapal nelayan melakukan pencarian dari pelabuhan larea rea di sektor 3 dgn luas area pencarian 32 nm² entri point 5° 6’23.77″s 120°17’16.27″e
​Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muh. Arif Anwar, S.Sos., M.M., mengonfirmasi bahwa pencarian terus dimaksimalkan dengan mengandalkan koordinasi lintas unsur di lapangan.
​”Operasi hari keempat ini fokus pada perluasan area pencarian berdasarkan pola arah arus dan angin melalui sistem Sarmap. Kami membagi tim menjadi tiga SRU untuk memaksimalkan penyisiran di titik-titik krusial Perairan Bira hingga ke perbatasan wilayah sekitarnya. Seluruh unsur yang terlibat mulai dari Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, hingga masyarakat setempat terus berupaya optimal agar korban segera ditemukan,” ujar Muh. Arif Anwar.
​Pencarian masih terus berlangsung dengan memantau kondisi cuaca dan pergerakan arus laut di sekitar lokasi kejadian.