KONAWE UTARA — PT Konawe Nikel Nusantara (PT KNN) melaksanakan kegiatan rehabilitasi ekosistem terumbu karang di perairan Desa Laimeo, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap pengelolaan dan keberlanjutan lingkungan pesisir dan laut.
Kegiatan rehabilitasi terumbu karang tersebut dilakukan dengan menempatkan 650 unit modular beton pada area yang telah ditentukan. Struktur tersebut difungsikan sebagai terumbu buatan sekaligus media transplantasi fragmen karang dan substrat bagi proses pelekatan serta pertumbuhan karang secara alami.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui sejumlah tahapan, mulai dari sosialisasi dan koordinasi dengan masyarakat, orientasi lokasi, survei kondisi dasar perairan, pembuatan dan mobilisasi modular beton, penempatan struktur pada dasar perairan, penanaman fragmen karang, tagging, hingga pemasangan pelampung sebagai penanda kawasan rehabilitasi.
Menurut materi kegiatan, rehabilitasi tersebut diarahkan untuk mendukung pemulihan dan peningkatan fungsi ekologis terumbu karang, menyediakan habitat baru bagi ikan dan biota laut lainnya, serta mendukung keberlanjutan sumber daya pesisir yang memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat sekitar.
Koordinator Tim Teknis Rehabilitasi Terumbu Karang, Sapri, S.Pi. menjelaskan bahwa modular beton yang digunakan disusun menyerupai rumah ikan. Selain menjadi tempat berlindung bagi ikan dan biota laut, struktur tersebut juga dimanfaatkan sebagai media transplantasi fragmen karang.
“Rehabilitasi terumbu karang yang kami laksanakan menggunakan sebanyak 650 unit modular beton yang disusun sedemikian rupa menyerupai rumah ikan. Struktur ini tidak hanya berfungsi sebagai habitat dan tempat berlindung bagi ikan serta biota laut lainnya, tetapi juga dimanfaatkan sebagai media transplantasi fragmen karang sekaligus substrat tempat terjadinya pelekatan dan pertumbuhan karang secara alami.”
Sapri menambahkan, penempatan modular beton dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dasar perairan di lokasi rehabilitasi. Penyesuaian tersebut dilakukan agar struktur dapat ditempatkan pada area yang sesuai dan stabil serta dapat mendukung proses pertumbuhan ekosistem terumbu karang.
Selain aspek teknis, pelaksanaan kegiatan juga melibatkan masyarakat setempat. Sosialisasi dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman dan keterlibatan masyarakat terhadap keberadaan kawasan rehabilitasi.
“Kami turut memberdayakan masyarakat setempat dalam tahapan pelaksanaan kegiatan, sehingga diharapkan masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dapat berperan dalam menjaga dan mengawasi keberlanjutan kawasan rehabilitasi terumbu karang ini,” ujar Sapri.
PT KNN menyampaikan bahwa keberadaan terumbu karang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan, menyediakan habitat bagi berbagai biota laut, mendukung produktivitas perikanan, serta membantu melindungi wilayah pesisir dari pengaruh gelombang.
Melalui kegiatan rehabilitasi ini, perusahaan berharap kawasan tersebut dapat berkembang menjadi habitat yang mendukung keanekaragaman hayati laut dan memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir, termasuk dalam mendukung produktivitas perikanan serta potensi wisata bahari.
PT KNN juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan rehabilitasi tersebut. Keberlanjutan program, menurut materi kegiatan, membutuhkan komitmen dan partisipasi berbagai pihak agar manfaat ekologis dan sosial dari rehabilitasi terumbu karang dapat dirasakan dalam jangka panjang.