MAKASSAR –Bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah reuni spesial yang menjembatani waktu antara masa lalu dan masa kini. Suasana haru bercampur tawa terdengar riuh rendah di lantai lima Cafe Langit, kota Makassar, 01/06/2026.

Acara tersebut mempertemukan para alumni 2003 SLTP Islam Datuk Ribandang, dengan memakai tema “Salam Putih Biru” dengan para guru mereka, baik yang masih aktif mengajar maupun yang telah purna tugas (pensiun).

Bagi para alumni yang kini telah menyebar di berbagai profesi dan kesibukan, momen ini menjadi oase pelepas rindu. Nama “Datuk Ribandang” bukan sekadar nama institusi pendidikan, melainkan rumah kedua yang pernah membentuk karakter mereka selama tiga tahun menimba ilmu.

Pertemuan Lintas Generasi Guru

Yang membuat reuni kali ini terasa istimewa adalah kehadiran lengkap para pendidik. Para alumni tampak antusias bersalaman dan berpelukan dengan guru-guru senior yang telah pensiun. Wajah-wajah yang dulu kerap dihiasi ketegasan di ruang kelas, kini bersinar dengan senyum kebanggaan melihat murid-muridnya tumbuh dewasa.

Tak ketinggalan, guru-guru yang saat ini masih aktif mengajar juga hadir, menciptakan jembatan silaturahmi antar generasi. Diskusi ringan mengalir dari kenangan-kenangan lucu saat di bangku sekolah, hingga cerita terkini tentang perkembangan SLTP Islam Datuk Ribandang.

“Rasanya seperti kembali ke masa SMP, tapi dengan rasa hormat yang lebih dalam karena kita sudah sama-sama dewasa,” ujar salah satu perwakilan alumni 2003 dengan mata berkaca-kaca.

Salam Putih Biru: Identitas yang Tak Lekang Waktu

Tema “Salam Putih Biru” yang dahulu sering dikumandangkan di koridor sekolah, kembali digaungkan dalam acara ini. Bagi alumni 2003, identitas ini adalah simbol persaudaraan yang kuat. Di tengah kesibukan kehidupan pasca-sekolah, ikatan ini terbukti tidak luntur dimakan zaman.

Lokasi pemilihan Cafe Langit dinilai tepat untuk menciptakan suasana santai namun tetap khidmat. Pemandangan kota dari ketinggian seolah menjadi saksi bisu bahwa meski jarak dan waktu memisahkan, tali silaturahmi antara guru dan murid tetap terjalin erat.

Mendoakan dan Berbagi Inspirasi

Acara tidak hanya diisi dengan nostalgia. Para alumni juga menyempatkan diri untuk mendoakan kesehatan para guru, khususnya bagi mereka yang telah lanjut usia. Sebaliknya, para guru menyampaikan doa restu dan pesan-pesan motivasi agar para alumni terus menjaga nama baik almamater dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Wakasek SLTP Islam Datuk Ribandang ini mengungkapkan bahwa acara ini diharapkan menjadi agenda rutin. “Ini bukan sekadar kumpul-kumpul. Ini adalah bentuk bakti kepada para guru yang telah mendidik dengan sabar. Kami ingin menunjukkan bahwa didikan tidak sia-sia,” ungkapnya.

Hingga larut malam, obrolan tak kunjung padam. Kopi dan camilan di Cafe Langit seolah menjadi pelengkap manis dari pahit-manisnya kenangan masa sekolah. Bagi SLTP Islam Datuk Ribandang, khususnya alumni 2003, hari itu adalah bukti nyata bahwa tetap menjadi bagian dari keluarga besar pendidikan di bawah naungan nilai-nilai Islami.