MAROS — Pemerintah Desa Mattirotasi, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, menyalurkan bantuan pangan kepada ratusan warga kurang mampu melalui kerja sama dengan Bulog. Kegiatan yang berlangsung di kantor desa tersebut disambut antusias oleh masyarakat, yang sejak pagi telah memadati lokasi penyaluran.
Sebanyak 349 warga tercatat sebagai penerima manfaat. Masing-masing menerima 2 karung beras (total 20 kg) serta minyak goreng 4 liter. Secara keseluruhan, bantuan yang disalurkan mencapai sekitar 698 karung beras dan 116 dus minyak goreng.
Penyaluran bantuan ini mendapat pengawalan langsung dari aparat desa serta didampingi oleh Alimsyah, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), guna memastikan proses berjalan tertib dan tepat sasaran.
Kepala Desa Mattirotasi, Alimuddin, menyampaikan bahwa program bantuan pangan ini diperuntukkan bagi warga dengan kategori ekonomi terbawah, yakni desil 1 hingga desil 4.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu masyarakat kami, khususnya warga kurang mampu. Kami memastikan bahwa data penerima sudah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan, sehingga bantuan benar-benar tepat sasaran,” ujar Alimuddin.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah desa berkomitmen untuk terus mendukung program-program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban kebutuhan pokok warga, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang masih belum stabil,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu warga penerima bantuan mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas bantuan yang diterima.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama untuk kebutuhan sehari-hari. Semoga program seperti ini terus berlanjut,” ujar seorang ibu rumah tangga dengan wajah haru.
Suasana penyaluran berlangsung tertib dan lancar. Aparat desa turut membantu mengatur antrean warga serta memastikan setiap penerima mendapatkan haknya sesuai ketentuan.
Program bantuan pangan ini menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan dan membantu warga kurang mampu menghadapi tekanan ekonomi.
