MAROS – Semangat kebersamaan dan nuansa religius terasa begitu kental dalam kegiatan Gema Ramadhan Jilid 2 yang digelar di Lingkungan Pangkajene, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat untuk mempererat silaturahmi sekaligus menghidupkan suasana Ramadhan melalui berbagai aktivitas keagamaan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Maros Baru Rudi, S.IP., M.M., Lurah Pallantikang Nurjannah Yunus, Ketua LPM Jaya, Ketua RW Lingkungan Pangkajene Ansar, serta para Ketua RT di Lingkungan Pallantikang. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan penuh terhadap kegiatan positif yang diinisiasi oleh pemuda setempat.
Acara secara resmi dibuka oleh Camat Maros Baru Rudi, S.IP., M.M. Dalam sambutannya, ia terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Maros yang sedianya dijadwalkan hadir namun berhalangan.
“Pertama-tama saya menyampaikan permohonan maaf dari Bapak Bupati Maros yang sebenarnya sangat ingin hadir bersama kita pada kegiatan ini. Namun karena adanya agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan, beliau belum sempat hadir. Meski demikian, beliau menyampaikan salam hangat dan apresiasi kepada seluruh masyarakat serta panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan Gema Ramadhan ini,” ujar Camat Maros Baru.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemuda-pemudi Lingkungan Pangkajene atas semangat dan dedikasi mereka dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada pemuda-pemudi Lingkungan Pangkajene yang menunjukkan antusiasme luar biasa dalam menyukseskan kegiatan ini. Meskipun diguyur hujan, semangat mereka tidak surut. Ini menjadi bukti bahwa generasi muda kita memiliki kesungguhan dan kepedulian besar dalam meramaikan kegiatan-kegiatan positif, khususnya di bulan suci Ramadan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki nilai edukatif dan sosial yang kuat bagi masyarakat.
“Kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi wadah bagi pemuda-pemudi untuk menyalurkan bakat dalam kegiatan Islami sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi inspirasi bagi anak-anak agar sejak dini mengenal dan mencintai kegiatan-kegiatan keagamaan,” tambahnya.
Ketua panitia dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut untuk kedua kalinya.
“Alhamdulillah, sebuah kesyukuran bagi kita semua karena kembali dipertemukan di bulan suci Ramadhan di tempat yang sama. Melalui kegiatan Gema Ramadhan Jilid 2 ini, kami berharap dapat menghadirkan energi baru dan menggugah perhatian banyak pihak agar tempat ini mendapatkan perhatian serta perbaikan yang memang sudah lama diharapkan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, baik melalui tenaga, pikiran, maupun doa. Semoga Gema Ramadhan Jilid 2 dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat serta semangat kebersamaan bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Lurah Pallantikang Nurjannah Yunus juga memberikan apresiasi atas kerja keras panitia dan pemuda yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras panitia yang telah merencanakan dan melaksanakan kegiatan ini dengan baik sehingga dapat berjalan sukses dan lebih meriah dari tahun sebelumnya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat terus berkembang di masa mendatang.
“Terima kasih kepada Ketua LPM, para Ketua RW dan RT yang telah mendampingi panitia sejak awal. Harapan kami kegiatan positif seperti ini terus berlanjut dan ke depan bisa berkembang menjadi event tingkat kelurahan,” tambahnya.
Gema Ramadhan Jilid 2 menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat masih sangat kuat. Di tengah berbagai keterbatasan, pemuda Lingkungan Pangkajene mampu menghadirkan kegiatan bernuansa religi yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan manfaat spiritual dan sosial bagi warga sekitar.
Dengan dukungan pemerintah setempat serta partisipasi masyarakat, kegiatan ini diharapkan terus berlanjut dan menjadi tradisi tahunan yang semakin besar dan berdampak bagi generasi muda serta masyarakat luas.
