MAKKAH — Upaya meningkatkan kualitas layanan haji terus dilakukan. Tahun ini, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menghadirkan inovasi digital bertajuk “Kawal Haji”, sebuah kanal pengaduan terpadu yang memungkinkan jemaah menyampaikan laporan secara langsung selama berada di Arab Saudi.

Melalui platform ini, jemaah dapat melaporkan berbagai persoalan layanan, mulai dari konsumsi, akomodasi, transportasi, hingga kehilangan barang. Tak hanya itu, kanal ini juga mencakup laporan terkait layanan kesehatan dan bimbingan ibadah.

Pelaksana Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) PPIH Arab Saudi, Ali Sadikin, menegaskan bahwa fungsi Kawal Haji sangat luas dan tidak terbatas pada kategori tertentu.

“Semua hal yang berkaitan dengan operasional haji bisa dilaporkan melalui kanal ini, tidak hanya layanan dasar,” ujar Ali kepada Tim MCH di Kantor Daker Makkah, Minggu (26/4/2026).

Selama ini, jemaah yang mengalami kendala biasanya langsung menghubungi petugas terdekat. Namun, pendekatan tersebut dinilai belum sepenuhnya efektif karena keterbatasan peran masing-masing petugas.

Dengan hadirnya Kawal Haji, setiap laporan akan langsung diteruskan kepada petugas yang berwenang sesuai bidangnya, sehingga penanganan menjadi lebih cepat, tepat, dan terintegrasi.

“Jemaah mungkin bertanya ke petugas, tapi belum tentu petugas itu sesuai bidangnya. Dengan sistem ini, laporan langsung ditangani oleh pihak yang kompeten,” jelas Ali.

Menariknya, Kawal Haji tidak hanya diperuntukkan bagi jemaah, tetapi juga menjadi sarana koordinasi antarpetugas haji. Platform ini membuka ruang kolaborasi untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di lapangan.

“Kawal Haji juga menjadi media bagi petugas untuk saling membantu dan berkoordinasi dalam menangani masalah,” tambahnya.

Untuk mengakses layanan ini, jemaah dan petugas cukup membuka situs kawal.haji.go.id melalui browser di ponsel. Selanjutnya, pengguna dapat menambahkan aplikasi ke layar utama (Add to Home Screen) agar lebih mudah digunakan.

Jemaah cukup memasukkan nomor porsi haji dan paspor untuk login, sementara petugas menggunakan akun khusus yang telah disediakan. Setelah masuk, pengguna dapat langsung membuat laporan sesuai kategori pengaduan yang tersedia.

Dengan kehadiran Kawal Haji, pemerintah berharap kualitas layanan haji semakin responsif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.