Gowa –Sebuah unggahan kiriman netizen terkait pengalaman seorang driver ShopeeFood viral di media sosial setelah diposting oleh akun Instagram Teropong Makassar.

Dalam unggahan tersebut, seorang driver mengaku mengalami kendala saat mengantarkan pesanan menjelang waktu berbuka puasa. Ia menyebut pelanggan mencantumkan titik lokasi yang keliru di aplikasi, sehingga dirinya harus berhenti di alamat yang ternyata bukan tujuan sebenarnya.

Menurut penuturannya, saat tiba di titik yang tertera di aplikasi, pelanggan justru meminta driver mencari alamat lain tanpa langsung mengirimkan lokasi terbaru (share location). Driver tersebut mengaku sudah meminta agar pelanggan mengirimkan titik lokasi melalui WhatsApp untuk memudahkan pencarian, mengingat dirinya bukan warga setempat.

“Posisinya sudah mau buka puasa dan saya masih ada pesanan lain (double order). Saya sudah sampai di titik yang dicantumkan, tapi katanya itu salah alamat. Saya minta serlok lewat WA supaya tidak mutar-mutar cari manual,” tulisnya dalam kiriman tersebut.

Driver itu mengaku sempat menunggu sekitar lima menit tanpa kejelasan lokasi baru dari pelanggan. Karena masih memiliki pesanan lain yang harus diantarkan, ia kembali menghubungi pelanggan untuk memastikan apakah pesanan tetap dilanjutkan atau tidak.

Tak lama kemudian, pelanggan disebut mengirimkan lokasi, namun percakapan melalui sambungan telepon disebut berlangsung dengan nada tinggi. Driver tersebut merasa tidak dihargai karena sudah menunggu cukup lama, sementara pelanggan dinilai tidak menunjukkan itikad baik sejak awal.

Ia juga mengungkapkan bahwa permintaan maaf baru disampaikan setelah pelanggan mengetahui percakapan mereka direkam.

Unggahan ini pun menuai beragam tanggapan dari warganet. Sebagian besar memberikan dukungan kepada driver dan mengingatkan pentingnya mencantumkan alamat serta titik lokasi yang akurat saat memesan layanan antar makanan, terlebih di waktu-waktu sibuk seperti menjelang berbuka puasa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai insiden tersebut. Kejadian ini menjadi pengingat bagi pengguna layanan pesan-antar untuk memastikan detail alamat sudah benar guna menghindari kesalahpahaman dan keterlambatan pengantaran.