Situasi tersebut kembali dirasakannya pada tahun 2025, beriringan dengan meningkatnya aktivitas pekerjaan sang istri, termasuk mobilitas ke luar kota. Dalam kondisi tersebut, IK mengaku kembali menemukan adanya komunikasi dengan pihak yang sama.
Situasi kembali saya rasakan pada tahun 2025, ketika istri saya mulai bekerja dan memiliki aktivitas ke luar kota. Dalam kondisi tersebut, saya kembali menemukan adanya komunikasi dengan pihak yang sama,” katanya.
Di tengah polemik yang terus berkembang, IK juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada pihak-pihak yang terdampak atas viralnya peristiwa tersebut, termasuk keluarga dan lingkungan kerjanya.
Saya secara pribadi menyampaikan permohonan maaf kepada anak-anak saya, keluarga, dan pihak tempat saya bekerja. Situasi ini tentu tidak mudah, dan saya menyadari adanya dampak yang ditimbulkan,” tuturnya.
Lebih lanjut, IK turut membantah sejumlah tudingan yang diarahkan kepadanya, termasuk narasi negatif yang beredar di publik. Ia menegaskan bahwa tidak semua informasi yang berkembang mencerminkan kondisi sebenarnya.
Saya juga ingin menyampaikan bahwa beberapa tudingan yang beredar tidak sepenuhnya benar. Saya berharap publik dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi dan tidak langsung mengambil kesimpulan tanpa memahami konteks yang sebenarnya,” tegasnya.
Di sisi lain, pihak istri berinisial EK yang dikonfirmasi secara terpisah memberikan bantahan atas tudingan yang dialamatkan kepadanya. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak benar dan menyatakan keberatan atas narasi yang berkembang.
Itu tidak benar sama sekali, disini siapa yang korban yah? Dia (IK) cuma cari alibi supaya dipercaya orang-orang. Saya bisa tuntut balik lho kalau sampai fitnah,” tegas EK kepada Awak Media melalui pesan singkat WhatsApp, Sabtu (28/03/26)
EK juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai narasi sepihak yang beredar, serta meminta publik untuk lebih berhati-hati dalam menilai suatu peristiwa.
Ia gpp mungkin bukan saya, saya cuman mau bilang hati-hati sama laki-laki yang playing victim. Dia (IK) yang berulah dia yang sok jadi korban. Kalau sudah kedapatan yah akui saja, dan laki-laki seperti itu tidak pantas dipertahankan,” tutupnya.
Perbedaan pernyataan dari kedua belah pihak ini menunjukkan adanya perspektif yang berbeda atas peristiwa yang sama. Di tengah situasi tersebut, publik diharapkan dapat menyikapi informasi secara bijak serta menjunjung asas praduga tak bersalah, mengingat persoalan rumah tangga merupakan ranah privat yang kompleks dan sensitif